Pada angin ia berkeluh
Sore masih hangat
Matahari terawang
Secepat langkah mengayun
Tetangga jua berkumpul
Nomor diaduk, diundi
Tatap harap menghadap
Ketika angka diteriakkan
Jerit kemenangan menyibak kerumunan
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar