Minggu, 04 Mei 2025

WARIS 1

Dalam alir darah kita percaya
Bersaudara hingga pohon keluarga
Satu susuan secarik kain gendongan
Dan usia mengukuhkannya

Adakalanya kita bertengkar
Karena bodoh sebagai pemicu
Ibu pun pilih kasih bagi si Ragil
Kakak merasa berhak karena darah

Ayah wejang, sak pikul sak gendongan
Maka rumah seisi terbagi
Sawah ladang tetap ditanami

Ketika mangkat
Tiada lagi baku hantam
Semua Lego lilo ing pandum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...