Kamis, 26 Juni 2025

DAMAI TAK DAMAI

Hanya karena korban telah
Maka jabat tangan seolah
Di batas garis demarkasi berkilah 
Kemanusiaan porak poranda

Langit malam tak warna
Hanyalah kelam kasat mata
Dimana degup ketakutan
Maka bau amis kematian

Perang butuh tumbal
Rakyatpun tumbang
Esa hilang dua terbilang

Sebab damai sebagai ujung
Setelah nyawa hilang
Yang tercecer tinggal harap cemas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...