dimana serpih tak lengkap
dari pikiran yang usang
ditisik ulang
dengan jari yang luka
membentuk hampar kenangan
Kita selalu mencoba
menyelaraskan langkah
Mengeja dengan tergagap
setiap serpih
agar menjadi pedoman
kearah mana kaki penuju
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar