dimana serpih tak lengkap
dari pikiran yang usang
ditisik ulang
dengan jari yang luka
membentuk hampar kenangan
Kita selalu mencoba
menyelaraskan langkah
Mengeja dengan tergagap
setiap serpih
agar menjadi pedoman
kearah mana kaki penuju
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar