dimana serpih tak lengkap
dari pikiran yang usang
ditisik ulang
dengan jari yang luka
membentuk hampar kenangan
Kita selalu mencoba
menyelaraskan langkah
Mengeja dengan tergagap
setiap serpih
agar menjadi pedoman
kearah mana kaki penuju
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar