seribu mimpi merenda
Ketika nyawa sebagai harga,
darah mensucikan tanah
Lalu sejarah menancapkan penanya
Di benak pribumi ia bermekaran
Puak di pedalaman,
suku di pedesaan
Tumbuh menjadi bangsa,
beribu kuntum bunga
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar