seribu mimpi merenda
Ketika nyawa sebagai harga,
darah mensucikan tanah
Lalu sejarah menancapkan penanya
Di benak pribumi ia bermekaran
Puak di pedalaman,
suku di pedesaan
Tumbuh menjadi bangsa,
beribu kuntum bunga
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar