seribu mimpi merenda
Ketika nyawa sebagai harga,
darah mensucikan tanah
Lalu sejarah menancapkan penanya
Di benak pribumi ia bermekaran
Puak di pedalaman,
suku di pedesaan
Tumbuh menjadi bangsa,
beribu kuntum bunga
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar