Rabu, 26 November 2025

QODHO QODAR

Disapihnya keringat oleh matahari kemarau 
Dagangannya menumpuk dengan lesu
Orang hanya lalu lalang dan acuh
Perutnya yang tipis menahan lapar oleh asap tembakau

Tangan kurusnya menunjuk memanggil menawarkan
Seorang ibu berhenti dan menatap
Ditawarnya barang seharga modal
Dan ia minta tambah sedikit agar tak rugi

Sore telah menghadang
Sesiangan barang hanya laku dua
Dagangan segera dibereskan
Demikian hari inipun tuntas 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...