Kamis, 18 Desember 2025

GULA

Sembunyikan saja wajahmu pada secangkir kopi
Endapkan manisnya di dasar
Lalu, angkatlah sendok hingga menepi
Dudukkan pantatnya pada pisin

Tegukan pertama 
Ketika panas mengepul asap
Ada pahit di ujung lidah
Namun terasa manis yang samar

Setetes kopi tumpah membasahi meja
Sekawan semut berebut
Sisa tegukan masih terasa
Ampasnya tetap ikut menyesap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...