Rabu, 21 Januari 2026

SEJENAK KAU DATANG SECEPAT KAU PERGI

Siang terperangkap dalam mendung
Angin mengabarkan bau tanah
Lalu hujan mengepung jendela kamar
Sehingga pandangan jadi kelabu

Sejenak hujan menggerung
Luruh di haribaan bumi
Secepat rintik berhenti
Melewatkan jejak di genangan

Tidak, ia tak meninggalkan begitu saja
Masih ada dingin menggigit
Wajah langit yang kelu
Dan sisa tangis gerimis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...