Hanya saja beradu lutut
Di atas taplak hilang bayang
Noktah kopi kering
Meja kayu dengan goresan
Merangkap hari dan malam
Secangkir kopi dingin
Menjelaskan senja
Setelah percakapan
Sebentar diam
Tegukan terakhir
Lalu pergi
Bumi meregang Bahunya terentang Gemetar. Lalu laut tersungkur Menjauhi garis pantai Dan menyapu sebagai Syiwa Nyawa hanya daun kering Terin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar