Hanya saja beradu lutut
Di atas taplak hilang bayang
Noktah kopi kering
Meja kayu dengan goresan
Merangkap hari dan malam
Secangkir kopi dingin
Menjelaskan senja
Setelah percakapan
Sebentar diam
Tegukan terakhir
Lalu pergi
Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar