Bahunya terentang
Gemetar.
Lalu laut tersungkur
Menjauhi garis pantai
Dan menyapu sebagai Syiwa
Nyawa hanya daun kering
Terinjak diantara teriak dan tangis
Bangunan merintih tertindih
Lebur berkalang tanah
Selamat kopi, pagi Pahitnya hanya sekadar rasa Di lidah ia menyecap, sekejap Lalu hilang bersama angin Dan ampas, merambat dari dasar cangk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar