Ketikanya setelah kopi
Pikiran mengajuk jarakWaktu pun tak sejenak
Dimana itu malam tiada bintang
Sedangkan langkah yang terbilang
Mengeja jejak,
hingga waktu yang jarak
Selamat kopi, pagi Pahitnya hanya sekadar rasa Di lidah ia menyecap, sekejap Lalu hilang bersama angin Dan ampas, merambat dari dasar cangk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar