Sabtu, 15 Mei 2021

MIMPI

Mimpiku berserakan di hamparan tilam
Asik masyuk menanti tidur yang dalam
Tiap episodenya menempati jam malam

Mimpiku dengan lembut memasuki dunia
Perlahan mengambil alih lelap
Menjadi kisahnya sendiri

Mimpiku beralih alter ego
Merasuki segenap ruang dan waktu
Menjadi kesadaran itu sendiri

Kamis, 13 Mei 2021

SUMUK

Panas digiring masuk dalam kamar
Sekedar kipas tak mampu menghalau
Keringat jatuh menetes di dahi dan lengan

Kamar terasa menyesakkan
Walau pintu dan jendela dibuka lebar
Angin tetap tak mau menghampiri

Kubuka baju dan duduk di lantai
Berharap pada sedikit kesejukan
Yang didapat sumuk yang menusuk

Rabu, 12 Mei 2021

FITRI

Kita bersua hari bernama fitri
Setelah malam penuh lantunan
Setelah malam penuh pencaharian
Malam-malam yang gairah

Dalam ampunanMu kita menanti
Setelah haus lapar kerap menghampiri
Setelah rindu pada qodar
Dalam fitri kita percaya

Selasa, 11 Mei 2021

NYARIS FINISH

Setelah start agak tersendat
Mesin terlambat panas
Gas ditancapkan dalam
Hingga waktu nyaris tertinggal

Pada sepuluh malam terakhir
Kita menyanggong
Ditemani diam dan ransum
Sebab qodar setiap waktu dapat turun

Ketika waktu mendekati akhir
Tenaga dan amunisi hampir ludas
Masih satu goal lagi menanti
Kemenangan fitri

Senin, 10 Mei 2021

SETELAH BERBURU

Malam masih bersisa
Jerih payah tak tidur
Perangkap masih lengkap
Mengejar sepuluh

Qodar telah memberi tanda
Digenapi doa dan sholat
Anginpun diam
Malampun sekam

Ketika qodar telah tetap
Sepuluh dalam genggaman
Ampunan telah turun
Dosa pun tumpas

Senin, 03 Mei 2021

ADIK KECIL MENANGIS

Adik kecil menangis
Suaranya memenuhi langit-langit
Menggetarkan sawang dan cahaya lampu
Sesegukan hingga terbatuk kecil

Adik kecil menangis
Menagih susu ibu
Karena lapar karena haus
Karena butuh perhatian

Adik kecil menangis
Tanpa air mata
Dan teriaknya keras
Sisanya hanya gendong

Minggu, 02 Mei 2021

KEBANGKITAN

Setelah mati suri yang panjang
Serta belenggu besi di leher
Sedikit demi sedikit terkuak
Oleh pengetahuan dan sekolah

Pribumi sebagai anak bangsa
Saling bergandengan tangan
Menjadi kesadaran kolektif
Seperti di timur matahari



AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...