Selasa, 11 Januari 2022

KARIB

Sahabat, kita sebagai langit
Dengan gradasi warna yang sama dan sebangun
Bercampur baur tanpa kenali waktu
Serupa angkasa, bulan bintang serta meteor
Saling memenuhi saling mengisi

Kadang kita hanya butuh udara segar
Untuk pertengkaran kecil 
Adu mulut saling sumpah serapah
Satu dua muka lebam bibir berdarah
Akibat keras kepala dan usia muda
Tanpa hilang karib di antaranya

Jika telah lama tak sua dan bicara
Ada sebersit rindu untuk menyampah
Dengan kata apa pun perbuatan
Hingga kita mengamini bersama
Kemudian berlalu melanjutkan perjalanan takdir

Minggu, 09 Januari 2022

IQRA'

Dengan jemari kau baca setiap tanda
Gerbang segenap pengetahuan
Sebagai tongkat pencari arah
Cahaya di atas cahaya

Dengan jemari kau tatap dunia
Melewati kebodohan 
Mengalahkan takut
Bermetamorfosa sebagai kumbang dan kupu

Dengan jemari raih ilmu
Iqra', demikian perintah pertama
Bacalah dengan mata hati yang bersih
Mengajarkan apa-apa yang tak diketahui

Sabtu, 08 Januari 2022

TELPON

Telpon mengabarkan duka bahagia
Dari seberang nun di sana
Lebih cepat dari tetesan air mata
Sebagai penyambung lidah

Kadang hanya omong kosong
Menghitung waktu luang
Duduk kaki bersilang
Pantat dan bahu tegang

Berita datang dan pergi
Tak jarak dan waktu
Langsung diterima di tempat

Bincang tetap hangat
Sedikit padat merayap
Karena sumber yang dekat

LAUT LEPAS KITA BERLAYAR

Dengan cadik kita arungi
Memecah riak gelombang
Antara pasang naik
Dan jiwa merdeka

Angin di buritan
Berlayar sampai jauh
Dengan peta langit
Dimana hati membuang sauh

Arah matahari terbit
Tujuan jurumudi
Di sana ikan berkumpul
Lengan yang kuat menebar jaring

Rabu, 05 Januari 2022

KETUS

Wajahmu antara marah dan kecewa
Pias dengan kerutan di pinggir mata
Sepatah pun kata terlontar tak
Bahkan isak pun tak jenak

Sesungguhnya diawali oleh sepatah dua
Seperti angin yang meniup bara
Tungkunya adalah hati yang luka
Dan ucap sebagai kayu bakarnya


Selasa, 04 Januari 2022

SEGELAS SUSU HANGAT

Segelas susu hangat
Dengan kepala susu di permukaannya
Mengembalikan kantuk pada cakranya
Nyaman dan menenangkan 

Segelas susu hangat
Meletakkan segala gundah ke dasarnya
Doa malam ditiup pada buhul
Mata terkatup

Segelas susu hangat
Mimpi dihamparkan
Segenap pikiran dilipat
Kita tenggelam dalam lelap

Sabtu, 01 Januari 2022

AMARAH

Seperti lesus, amarah merusak kecantikan
Menambahi kerut tanpa menanti usia
Hati sendiri terinfeksi dirajam luka
Sebagai wajah cinta yang dicampakkan

Di setiap letupan amarah yang kata-kata
Bilahnya tajam menusuk dua sisi
Saling menghunjamkan sumpah kutuk serapah
Sehingga kalah jadi abu

Demikian amarah berkobar melahap ranting
Sekedipan mata menghanguskan hari-hari
Sebab letikan api kecil bernama cemburu
Dan dikipasi di tungku hasut dan dengki

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...