Sabtu, 21 Desember 2024

DIKEPUNG HUJAN

Aku terkungkung sendiri di dalam bilik
Suara hujan pun terdengar deras sekali
Sedangkan petir sesekali tampak di langit
Memamerkan lidahnya yang menari 

Untuk membunuh waktu
Ku nyalakan radio 
Tembok pun bergetar gemetar 
Diterjang suara-suara dari keheningan

Apabila hujan telah reda
Sisanya hanya gerimis
Dari kedalaman malam
Suara menimpali mengundang birahi

Senin, 16 Desember 2024

DERAS SEKALI HUJAN MALAM INI

Mimpiku terikat di bilah hujan
Melesak ke dalam bumi lata
Tumbuh dan bernas
Akar serabutnya bertautan menjalin harapan

Karena hujan sembunyikan malam
Suara birahi memenuhi ruang kelam
Sebagaimana Kama dan Ratih menabur benih
Demikian kehidupan merebak bagai fatamorgana 

Seribu duka musim 
Sederas air mata
Sekejap harap
Seluas cakrawala

Jumat, 13 Desember 2024

SENJA, HUJAN DAN AKHIR TAHUN

Musim menggelandang 
Di akhir tahun warnanya antara sejuk
Awanpun berarak
Melabuhkan senja temaram

Seperti di haribaan ibu
Sesaat setelah hadirnya
Gelappun memeluknya 
Dengan lembut

Dan di akhir siklus
Dimana hitungan mundur
Ribuan pasang mata menatap
Kembang api warna warni pun menyala

Kamis, 12 Desember 2024

BASAH

Akhir tahun selalu saja kuyup
Berlaku di haribaan malam
Sebagai pertanda
Sebuah siklus

Keriaan turun penuju ke rumah
Terasa hangat di luasan hati
Di malam yang terasa fitri
Keluarga saling berbagi

Sementara hujan terus saja 
Di sofa kita bertukar sentuh
Tanpa suara tiada kata
Hanya saling berpagut

Jumat, 06 Desember 2024

DERAS

Karena musim telah melingkupi 
Maka hujan turun sebagaimana tirai

Jatuhnya di pelimbahan juga
Berderai memagari hari-hari yang kian panjang

Petir kadang datang tanpa warna
Seringnya sembunyi di gundukan awan

Mengintai ibu bumi yang basah
Lalu lelatunya silau sebagai suar

Saat malam berpeluk tanpa bintang
Derik jangkrikpun lenyap. Senyap.

Hanya dingin yang masih 
Dan bediding tersapih

Selasa, 03 Desember 2024

SETELAH PEMILIHAN

Kala itu pemilihan masih sekadar pasang omong
Sebab waktu telah ditetapkan 
Lalu ceritanya jadi kabar angin 
Bersama asap rokok ke langit malam

Memang telah ada keberpihakan 
Saur manuk dan omong klobot 
Tapi tak ada permusuhan 
Hanya saja kata telah diasah

Ketika pemilihan usai 
Pesta adalah kemenangan
Sedangkan kalah suara bersebrangan 
Dan bangku di pos ronda kembali senyap

Senin, 02 Desember 2024

FASE

Setiap kali meninggalkan jejak langkah
Semakin dekat arah tuju
Nun di batas angan
Kita penuju

Memang persembahan korban perlu
Untuk menegaskan hasil
Maka kuatkan tekad
Injak dan sibak semua onak duri

Ketikanya pulung telah nampak di langit
Raihlah dengan segenap remasan jari
Lalu letakkan di palung pikiran
Sebagai jerih keringat kita

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...