Sabtu, 17 Maret 2018

MENANTI HUJAN BERHENTI 2

Musim seperti tidak beranjak
Meringkuk di ruang siang
Angin semilir serupa selendang
Ronanya membekas di dedaunan

Langit menulis kisahnya dengan warna
Melintas perlahan menjaring mega
Waktu menyimpan jawabnya di teritis
Mendung datang menabur benih

Mentari mengibas helai sinarnya
Menari diantara titik hujan
Aku tercenung menatap  kotaku kuyup

Di tangga air menetes
Membentuk kubangan kecil
Aku dan hujan berbagi ruang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...