Kita berikrar, sayang
Di bawah lampu pijar pucatkan rias
Ditimpali doa dan jerit anak
Panas merongrong semangat
Sejalur peluh sebagai tekad
Kita berikrar, sayang
Menata janji satukan perbedaan
Bermimpi lewat belaian di malam gairah
Bahagia sebab rencana kecil yang terperi
Kita berikrar, sayang
Di depan kadi dan saksi
Luruskan niat
Kita berikrar, sayang
Sampai maut menetapi hadirnya. Amin.
Sabtu, 17 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
RUMAH
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar