Minggu, 29 April 2018

KEMARAU: #2

Kemarau datang dalam diam
Ikuti hembusan lembut angin
Lewati celah awan kelam
Menebar panas serupa jala

Tatapan mentari terik
Sinarnya mengepung bumi
Warnanya kering
Terangi siang kerontang

Musim mencapai kulminasi
Panas menjadi peluh dan keluh
Bayangpun tersandera

Seteguk air membilas haus
Setampuk atap menangkap semilir
Kemarau tetap tiada beranjak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...