Sejarah adalah potongan kesadaran yang dinisbatkan pada waktu
Seperti riak sungai memahat arus mengukir lubuk
Irisannya kadang menyentuh kebenaran dengan pedih perih
Tinggalkan luka nganga di catatan langit
Geraknya pasti tanpa toleh nestapa
Tiada henti tetap harap menghadap
Perlahan tinggalkan nadi, sendiri dalam sepi kecewa
Melesat ke depan membawa cepat kejap tatap
Jejaknya merekam gundah janji mimpi semusim
Bertunas genap tetap hisab nasib
Melintasi abad menunggangi adab
Mengiringi qodar menggenapi takdirnya. Diam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HARI RAYA SELAYANG PANDANG
Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar