Bunda.
Ucapmu lembut tiada penghakiman
Limpahan kasihmu air susu pengetahuan
Menetes dari dada Jawa sejati
Tiap belai di lembar rambut
tulus curah cinta ibu bumi
Kau bunga feodal seribu kungkung
Pasrah hati sukacita bakti suami
Di rahimmu sabda leluhur serupa jimat
Adat dijunjung ugama dipikul
Bunda,
Dari garba sucimu tumbuh buluh perindu
Pucuknya menuding langit
Menjunjung luhur memendam dalam
Hanya hamba, anak durhaka, batang bengkok
Tercerabut dari serabut babad
Kerdil oleh modernisasi yang menyihir
Namun kasihmu tetap merengkuh dahagaku
Tiada beda dalam cinta serumpun bambu
Bunda,
Di pelukmu ku tersungkur
Mengecil kerdil
Tetap merengek
Merajuk dan terpuruk
mengeja surgamu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Budi Bahasa yang luar biasa
BalasHapusDan aku terkesima akan tulisana yang sarat energy dan perasaan,
Selamat dan sukses slalu buatmu kak 💪🙏
Terimakasih atas apresiasinya, sahabat dan terimakasih telah mampir di coretan sederhana saya
HapusPuisi yang sangat indah dan penuh makna! "BUNGA DI SEKITAR SANG PEMULA: BUNDA" mengekspresikan cinta dan pengabdian yang dalam kepada sosok ibu. Konsep tentang kasih sayang dan pengetahuan yang diturunkan dari generasi ke generasi terlihat jelas, serta kesadaran akan perubahan zaman yang kadang menjauhkan dari akar budaya.
BalasHapusPenggambaran bunda sebagai "bunga feodal" dan "buluh perindu" menambahkan dimensi simbolis yang kuat, menggambarkan kekuatan dan kelembutan sekaligus. Pesan tentang penerimaan dan kerinduan untuk kembali kepada cinta dan bimbingan ibu sangat menyentuh. Apakah ada tema tertentu yang ingin kamu eksplorasi lebih lanjut dalam puisi ini?