Jangan menangis kenang
Dukamu nestapa hirau asmara
Tetes air mata berwarna haru
Basahi luka hujam rindu
Ingatmu pejam lentik bulu mata
Menanti harap cemas pertemuan hati
Kilau air mata basahi wajahmu kasih
Mengeja bahagia di senyap gulana
Usah pedih merajam sedih, cinta
Nafasmu hangat birahi Kama Ratih
Air mata mengalirkan pilu derita
Seperti dusta mengiris. Perih
Pandangmu degup risau bola mata
Bisikkan nama pada semilir angin
Butir air mata menyibak sangka
Menetes menjadi dukamu abadi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BAU ITU
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar