Sahabat, ucapku tiada kitab suci
Mengeja benar salah dengan hitam putih
Menunjuk bodoh dengan tiga jari menuding hati
Mengiris baik buruk dengan mata pisau adil
Sahabat, ucapku tiada kitab suci
Sebab nalar selalu memihak diri
Sebab ucap menakar langkah lari
Sebab menang kalah jadi kunci
Sahabat, ucapku tiada kitab suci
Sadari batas pertimbangan nurani
Mencari jarum di tumpukan jerami
Sahabat, ucapku tiada kitab suci
Sebab hanya terjemah yang tersurat
Sebab hanya meraba yang tersirat
Jumat, 24 Agustus 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LELAKI YANG MENGGADANG MALAM
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar