Kamis, 27 September 2018

TANAH LAPANG

Debu naik terinjak kaki-kaki kecil
Semangat mengejar bola plastik
Riuh teriak memecah riang
Tubuh bermandi keringat berbau matahari
Berseri di wajah polos
Sumringah di binar mata
Di sekitar keliling tepi lapangan,
rumput pucat di bawah langit cerah

Seorang bapak menggendong bayi,
mungil berwajah bedak
dan wangi minyak telon
Berdiri tenang nikmati sinar yang condong
Matanya di mana kaki kecil berlari

Beberapa remaja duduk setengah lingkaran
Berbincang menanti senja tenggelam
Kadang berkelakar hingga terbit gelak

Di ujung sore yang lain
Anak memegang gulungan
Layangan terbang menari ikuti angin
Melenggang dan meliuk menggoda awan

Keriuhan milik keluasan lapang
Kambing dicencang merumput

Kupu-kupu mengepakkan warna
Sinergi lembut semerbak sore dan bahagia kanak

Tiba-tiba langit hitam
Awan bergulung angin dan petir
Tiupan berhembus kencang
Titik air mulai jatuh

Semua tergopoh tinggalkan tanah lapang
Nafas memburu mengejar teduh
Berlarian menuju rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata