Matahari memanjang sejauh sinar benderang
Lewati garis bujur yang terserak di barat
Aku menghitung langkah hingga batas kilau
Teliti setiti perlahan di rindang pohon
Lalu menyimak jarak di titik pandang
Ku sandarkan penat harap dan pikir
Bertelekan angin yang menghampir
Lapar ku kecoh dengan bersandar di batang tua
Pejamkan mata dipeluk map harapan
Mencoba mengganti lapar dahaga dengan mimpi
Sepagian menyambangi pintu yang bisu tanpa sapa
Meja kayu bertaplak motif batik mencoba wibawa
Sedang kursi menggenapi dengan jumawa
Dengan santun kuletakkan lamaran dan sejarah diri
Hempaskan cemas dan tinggalkan was-was pada penjaga
Hari telah lewat kulminasi dengan panas mendera
Ku langkahkan kaki dengan sisa lelah melemah
Menuju tempat berlindung dari terpaan putus asa
Rumah dimana kita meletakkan lapar dan lelah
Tempat menanti berita dari pintu-pintu yang angkuh dingin
Minggu, 25 November 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar