Malam pekat menghampir
Uluk salam lewat beranda
Mengetuk pintu dengan desir
Maaf, tidakkah angin melintas?, tanyanya
Di ruang tengah ia menanti
Semoga tidak menyibak onar
Kubawakan buah tangan
Nyamuk dengan dengung lembut
Dapat mengusik sepi dan melepas kantuk
Kuharap jendela tetap terbuka
Sebab kelamku menambah terang lampu
Dan aku bisa tetap menatap diam khayalmu
Minggu, 25 November 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HARI RAYA SELAYANG PANDANG
Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar