Minggu, 25 November 2018

MALAM, SUATU KETIKA

Malam pekat menghampir
Uluk salam lewat beranda
Mengetuk pintu dengan desir

Maaf, tidakkah angin melintas?, tanyanya
Di ruang tengah ia menanti
Semoga tidak menyibak onar

Kubawakan buah tangan
Nyamuk dengan dengung lembut
Dapat mengusik sepi dan melepas kantuk

Kuharap jendela tetap terbuka
Sebab kelamku menambah terang lampu
Dan aku bisa tetap menatap diam khayalmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAU ITU

Tiba-tiba saja bau itu menyergap,  antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...