Emosi coba hempaskan
Ketika kau mengajuk lemah
Isak sedu tertahan
Rintih airmata
Cemas kata yang ruah
Sebagai rengek tiada kerap
Harga diri telah gadai harap
Prasangka tetap halangi tatap
Gelap mata telah sembilu
Amarah menjadi yang ke tiga
Ku rapal setiap sumpah
Kau tetap tak dapat keluar dari benak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BAU ITU
Tiba-tiba saja bau itu menyergap, antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar