Tatap mata amarah sembilu
Kilatnya iris duka ragu
Bilahnya menikam bisu
Mulanya sekam bunga api
Ditimpali bisik digenapi dengki
Bahasa tubuh mengandung caci
Mata terpejam hati gundah
Sakit adalah kayu bakar luka
Tiap ucap meruyak duga
Api cemburu membakar
Datangi kecewa tanpa maaf
Tangan menampar mata basah
Kamis, 31 Januari 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar