Air mengalir hingga langit
Dihela angin panjat puncak
Diayak selendang bidadari
Turun bawa butiran pelangi
Menebar lembab hijau coklat humus
Menembus segenap pori ibu
Tetesi dahaga serabut
Tumbuhkan kecambah harap
Mencari ceruk di sela batuan
Berkumpul mendesak sumber
Gemericik mengalir turuni lembah
Bawa pesan hidup dan bencana di tiap riaknya
Ketika sumber menyembur terhanyut jauh
Riak bersalin gelora keruh
Gelontorkan segala degil kumuh
Muara menganga muntahkan isi ke laut
Kamis, 31 Januari 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar