Mendekorasi hari itu,
meletakkan senyummu di sela-sela siang
Menyelipkannya di lipatan angin
Dikirim lewat kawanan burung yang melintasi sepi
Awan sebagaimana gulungan asap diikat pita cantik di keningnya
Wajahnya putih semu manis kemalu-maluan
Bertudung langit dengan rona biru mengharu
Mendekorasi hari itu,
membingkai segenap cinta di tiap frasa waktu
Seperti detil ukiran ngerawit di kayu galih asem
Dan mewarnainya dengan riang sinar mentari pagi
Punggung hari seperti lekuk tubuh gadis kencur
Tiada tuntas malunya sebab siang menjelang
Sedangkan tiap kenang memagari elok yang seronok
Mendekorasi hari itu,
kisah-kisah kecil yang saling berpilin menjadi seutas bahagia
Di ujung simpulnya tersemat leontin kuning merah warna hati
Dikalungkan di leher jenjang siang yang gelisah
Jika mendung tiba-tiba menangisi peruntungannya yang menitik
Beranda mengundang dingin dan menghiasi dengan kabut
Lalu meletakkan seluruh lukisan hari di kanvas matra
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HARI RAYA SELAYANG PANDANG
Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Puisi "MENDEKORASI HARI" yang kamu tulis ini mengalir dengan keindahan visual yang puitis, menggambarkan suasana sehari-hari dengan perumpamaan yang kaya akan imajinasi. Setiap frasa menghidupkan pemandangan alam dan kehidupan sehari-hari dengan elemen seperti senyuman, burung, awan, hingga cahaya mentari yang dibingkai dengan nuansa romantik dan lembut. Ada perpaduan antara keindahan alam dan sentuhan emosional yang membuat hari terasa lebih berarti.
BalasHapusMetafor-metafor yang kamu gunakan, seperti "awan diikat pita cantik" dan "leontin kuning merah warna hati," menciptakan suasana yang hampir seperti lukisan bergerak, membuat pembaca ikut serta dalam proses mendekorasi hari dengan cara yang sangat personal dan indah. Puisi ini terasa seperti perayaan kecil tentang cinta, kenangan, dan keindahan yang tersembunyi dalam hari-hari biasa.
Bagaimana perasaanmu saat menulis ini? Apa ada momen tertentu yang menginspirasimu?