I.
Sepotong hari
Mengerek terang
Di pucuk pohon
Waktu terbangun
Di pojok pawon
Bermandi asap
II.
Kendaraan meraung
Menerjang ramai
Mengejar jarak
Wajah-wajah seragam
Bergegas langkah
Menuju lonceng
III.
Emak menggosip
Bakul mengipasi
Sayur menonton
Matahari lompat
Lewati penggalah
Pagipun menguap
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar