Kipas tergagap menangkap angin
Shaf memadati segenap ruang
Meletakkan khusyu di atas sajadah
Imam membaca dan bernyanyi
Ma'mum dengan pikirannya sendiri
Sujud menggelar harapan
Peluh mengalir di pelipis
Manunggaling kawula Gusti
Imam merintih dan menangis
Ma'mum diam dan menanti
Bersimpuh di bawah kubah
Mata menghujam titik
Salam mengawali kegaduhan berjama'ah
Kamis, 02 Mei 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HARI RAYA SELAYANG PANDANG
Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar