Angin masuk
Penetrasi ventilasi
Seribu pintu menganga
Berhembus layaknya bah
Angin padati ruang
Berputar sekitar
Di sekat bilah kipas
Berderak sebab lelah
Angin berpencar
Menyebar ke penjuru
Meniup peluh
Menaruh kantuk
Angin sembunyi
Di balik kipas tua
Diam berkarat
Sebab mati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar