Angin masuk
Penetrasi ventilasi
Seribu pintu menganga
Berhembus layaknya bah
Angin padati ruang
Berputar sekitar
Di sekat bilah kipas
Berderak sebab lelah
Angin berpencar
Menyebar ke penjuru
Meniup peluh
Menaruh kantuk
Angin sembunyi
Di balik kipas tua
Diam berkarat
Sebab mati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar