Usia sebagaimana hitungan sia-sia
Hanya kelabu pias
Di sisa rambut yang menipis
Usia sebagaimana batu pijakan
Hanya etalase rangkaian kegagalan
Di sela jalan curam prestasi
Usia sebagaimana waris
Hanya catatan panjang nasihat
Di khotbah saat tiada menyimak
Usia sebagaimana deret aritmetika
Hanya rancu memilah sisa
Demikian menciut ketika membesar
Usia sebagaimana waktu
Hanya garis searah
Menuju tiada
Selasa, 14 Mei 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar