Aku menginap semalam
Di sofa depan tivi
Lampunya temaram
Dan nyamuk berdenging
Isi kepala kuletakkan
Di bantal segi empat
Sedang tubuh rebah
Menghempas lelah
Jendela sedikit menganga
Angin melambaikan tirai
Sebagian berhembus lembut
Menyapa kantuk dan semilir
Wajah kualihkan
Menghadang gelap di depan tivi
Tubuhpun mengikuti
Menghadap tengah ruang
Sekian waktu lewat
Malam kian ramai
Suara cicak berkejaran
Tikus berlari di sudut
Pikiran yang terus ngoceh sendiri
Teng... teng... teng...
Tiga kali pertanda larut
Mataku perih dan membelalak
Ku duduk lalu mengambil gadget
Aku menginap semalam di rumahmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar