Bahasa tubuhmu gugup
ketika kita bersimpangan. Malu
Serupa debar
memompa jengah ke wajah
Dan tunduk adalah pesona
Sebab cantikmu kepang rambut
Santun menyapa kelakianku
Dari jarak sepenglihatan
wajahmu menoleh hatiku
Ada warna jambu pada lesung pipimu
Perlahan kau menunduk
Menumpahkan suka di lantai berkilau
Sekilas senyummu mengirim salam
Dan aku terpana oleh asmara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
RUMAH
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar