Sandal jepit takzim di depan pintu
Tubuhnya dilingkupi debu perjalanan
Tiada berani mengintip ke dalam rumah
Sekadar menyapa kaki pun malu
Sandal jepit saling menatap mafhum
Di telapaknya jejak langkah sejarah
Serupa prasasti ukir pujangga
Ada duri dan lekuk kerikil disitu
Sandal jepit pudar dan kusam
Digosok waktu dan aspal jalan
Mulai ringkih sebab dera
Namun ulet akibat membaca langkah
Senin, 15 Juli 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar