Usia beranjak menunggangi waktu
Menanggalkan jejak di angin lalu
Sekering semak belukar. Layu.
Si gila bersemayam di pikiran yang menipu
Sampai di titik semua pertanyaan adalah retorika
Dan jawabnya adalah pertanyaan belaka
Kita bisa menimbang kemana nasib berlaku
Dengan membaca tanda zaman dari buku
Ketika telah memanjat hingga ujung senja
Tangan bebas memetik bulan kertas
Dan dulu kita pernah tahu alasan untuk percaya
Hingga musim datang dan pergi di kamar putih
Tangga menuju surga telah dibentangkan
Namun kau tetap memilih hamparan emas
Sebab taman telah dihujani air dari mata yang lelah
Sehingga jalan menikung menuju tujuh lautan
Aku tidak bisa mengeluarkan teriakan di benak
Karena suaranya bergema di keheningan
Agar tak ada sesat sebab mereka berubah
Ikutilah bintang. Kau butuh seorang teman.
Kamis, 15 Agustus 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar