Kematian serupa kakang kawah
Pecah ketuban menjadi garba
Sedulur adik ari-ari ditemani cublik
Pulang memanjat nirwana
Ketika malaikat datangi mandatnya
Mati tak jua tersungkur ke depan
Apa tah terus terjerembab
Hanya irisan ruang waktu dan takdir, titiknya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
semoga kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah
BalasHapusAmiin...
Hapus