Kamis, 29 Agustus 2019

RUANG

Pedalaman batin adalah belantara kata
Dibatasi sekat rapuh prasangka
Serupa ruang pengakuan dosa
Dan nurani sebagai Romo
Mengenyam setiap pengakuan senyap

Satu ketika kesadaran terbangun gelisah dari tapa tidurnya
Mulutnya mengulum segala caci dengki
Perutnya dipenuhi dogma dan taklid buta
Hingga setelah kenyang, kembali bergelung di pojok ruang pikiran. Lelap.

Terkadang kata menghancurkan sekat dan memporandakan ruang waktu
Lalu dengan khusyuk nyaris serupa pengekor buta, mereka bunuh diri. Masal.
Melepas segenap makna dari selubungnya
Dan terbang menembus angan ke tujuh

Ketika ruang telah lengang, kering, serupa padang
Tumbuh dari lantainya rumpun semak duri 
Menutupi segenap angan dan menghalangi cahaya menghangatkan hati
Sementara jagad cilik perlahan kembali apatis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata