Seraut wajah menanggung cantik
Garisnya lugu dusun sunyi
Mimpinya lampaui majalah usang
Tentang warna dan dunia
Seraut wajah mata buah badam
Rambutnya lebat kemiri hutan
Tatapnya teduh galih asam
Bersimpuh menyandingi teja senja
Seraut wajah rindu dendam
Iklan hiasi tembok hati
Di kamar berjendela angan
Tentang hiruk pikuk hidup
Seraut wajah lembut beludru
Senyumnya terbang jauh
Wanginya perawan desa
Angannya gadis kota
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LELAKI YANG MENGGADANG MALAM
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Puisi "KULIHAT SERAUT WAJAH" memiliki nuansa indah yang menggambarkan kontras antara kesederhanaan desa dan kerinduan terhadap hiruk pikuk kota. Setiap bait menghadirkan citra yang kuat dari kecantikan alami yang polos namun penuh angan-angan besar. Kombinasi antara metafora dan perumpamaan seperti "mata buah badam" dan "wangi perawan desa" menambah kedalaman emosi dalam puisi ini.
BalasHapusAdakah momen atau pengamatan khusus yang menginspirasimu menulis puisi ini?