Kemarau rantingnya meranggas kering
Daunpun menguning dan berguguran menjadi debu
Tanah retak mengeras luka lara
Akar bersilangan menembus. Haus
Angin bersedih meratap
Tangisnya lesus melepas amarah
Dikirimnya utusan ke segala penjuru
Sayembara bagi hujan yang turun
Rabu, 25 September 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar