Tembok mendongak ke langit
Gagah dan congkak dilabur kapur
Pisahkan tanah dari perdikan
Dimana rahasia terkungkung sebab istiadat
Bata meregang saling genggam
Direkatkan oleh sumpah amukti
Dikuatkan setanggi dupa serta doa
Lindungi padepokan dari angin yang hasut
Tembok kelilingi ruang kosong
Menjaga harta dari durjana
Dan pasangan bata pamungkas
Kunci pembuka hakikat
Senin, 21 Oktober 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LELAKI YANG MENGGADANG MALAM
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar