Tiba-tiba awan mengarak gelap
Menghapus biru langit
Seperti menebar amarah, meraung
Mencabik kemarau dengan petir
Suaranya menggelegar ciutkan nyali
Mentaripun sembunyi di gumpalan mega
Angin meniup atap dan dedaunan
Hujan pertama turun dengan cepat
Melepaskan diri dari kerumunan awan
Kilat benderang tunjukkan jalan
Butiran air yang menyerbu bumi
Menghujami setiap wajah berdebu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LELAKI YANG MENGGADANG MALAM
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar