Setidaknya mereka pernah bersama
Berkompromi di hadapan waktu
Tentang janji sejuta bintang
Dan tenggelam dalam kubangan rutinitas
Sepertinya mereka mencoba merangkap janji
Menisik setiap robekan duka amarah
Mengukir jarak di rentang angin Barat
Dan gairah asmara hanya predikat
Seharusnya usia menghilangkan dikotomi
Mengasah pisau kasih dengan batu ujian
Lebur menjadikan kita tiada berjarak aku dan dia
Dan cadik membelah riak memecah ombak
Akhirnya yang tersisa hanya memunggungi luka
Serupa rasa asing karang di laut luas
Bersikukuh menggenggam kebenaran
Dan mereka berubah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Puisi ini menggambarkan perjalanan sebuah hubungan yang berubah seiring waktu. Dari awal kebersamaan, penuh harapan dan janji-janji, hingga akhirnya hubungan itu menghadapi tantangan berat. Rutinitas, jarak, dan perasaan yang memudar menjadi batu ujian bagi kasih yang dulu erat. Metafora seperti "cadik membelah riak" dan "pisau kasih dengan batu ujian" memberikan kekuatan pada gambaran konflik emosional dalam hubungan tersebut.
BalasHapusAkhirnya, hanya kesadaran akan luka yang tersisa, seperti karang yang kokoh tapi kesepian di tengah laut. Kesimpulannya, perubahan menjadi tema sentral—bagaimana waktu, ujian, dan kebenaran masing-masing mengubah mereka, membuat hubungan itu tak lagi sama.
Puisi ini menggambarkan perasaan yang mendalam tentang transformasi, ketegangan antara ekspektasi dan realitas, serta refleksi mendalam tentang hubungan yang tak lagi seperti dulu.