Buana melepas gaun musimnya satu per satu
Hingga nyaris tiada daun menutupi lekuknya
Dihamparkannya tubuh indahnya di mana mata memandang
Dari punggungnya yang subur angin meniup matahari merona
Kelambu ditarik berwarna senja yang basah
Perlahan menghapus senyum terakhir Batara Surya
Langit menitikkan gelapnya sedikit demi sedikit
Di balik tirainya bulan dan bintang berwarna kunang-kunang
Jagad alit menelan segenap gaduh dan gundah
Waktu jua ditimbang dan dionggok bak besi tua
Tanpa saringan diperasnya keringat kehidupan
Serupa pupuk disebar di seluruh hati dan pikiran
Ketika telah manunggal tujuh jagad dalam satu garis nasib
Segenap waktu mengalir di satu kubangan. Emosi dan euphoria.
Setiba di batas persimpangan langit, bumi dan hati
Malam telah berganti majikan
Selasa, 31 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
LELAKI YANG MENGGADANG MALAM
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar