Selasa, 10 Desember 2019

PENUNGGANG ANGIN

Matahari melepas tudung awan kelabu
Hujan merontokkan diri
Memandikan segenap warna layu

Langit kian buram
Halilintar merobek tenunnya

Angin melepas tali kekangnya
Dengan liar menerjang pohon

Ketika amarah telah terbang jauh
Sisa hujan menggenang dan mengalir
Bianglala menyibak musim kering

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...