Senin, 17 Februari 2020

KAWIN

Kucingku birahi
Di kandang ia gelisah
Suara gerengnya dalam
Tiada nafsu makan

Pintu dibuka
Kucing langsung lompat
Tubuhnya digosok ke tembok
Lalu lari menuju semak

Sore kandang kosong
Makanannya dirubung semut. Melempem
Malam kandang tetap kosong
Sayup suara kucing menggeram. Berkelahi

Pagi itu kucingku meringkuk di dekat kandangnya
Kepalanya diletakkan sebab lelah
Bulunya kotor sedang di wajahnya ada luka mengering
Kupanggil namanya dan ia mendatangi dengan pincang

1 komentar:

  1. Puisi ini menggambarkan siklus alami dari kucing yang sedang birahi, di mana naluri hewani mereka mendorong perilaku tertentu yang penuh gairah, gelisah, dan kadang-kadang membawa luka fisik. Suasana di setiap bait memperlihatkan transisi dari kegelisahan, kebebasan, hingga kembali dalam keadaan lelah dan terluka.

    Apakah puisi ini didasarkan pada pengamatan langsung terhadap kucingmu, atau hanya imajinasi semata?

    BalasHapus

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata