Usia diam dalam sekejapan
Sebab tiada angin
Sisanya hanya lelah
Dan degup tanda hidup
Awan kelabu dilapisi lembayung
Mata tua memandang
Menyimpan rindu dendam
Menyandang rabun senja
Lalu lenyap dalam senyap
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar