Bibir mengatup
Seperti geram
Membelah langit
Lewat suara
Lalu melesat
Demi waktu
Ia penuju
Dibalik halimun
Kopi ku seruput
Lidah melumat bibir
Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar