Tentakelnya menghujam
Merubah cinta menjadi imitasi
Tingkahnya sebagai fatwa
Tiada sanggah
Taklid buta bagi jiwa lata
Di bawah siraman lampu
Semua ekstase
Bergerak liar ikuti suluk
Sambil menangis histeris
Menatap takjub
Bersama memuncaki orgasme
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar