Tentakelnya menghujam
Merubah cinta menjadi imitasi
Tingkahnya sebagai fatwa
Tiada sanggah
Taklid buta bagi jiwa lata
Di bawah siraman lampu
Semua ekstase
Bergerak liar ikuti suluk
Sambil menangis histeris
Menatap takjub
Bersama memuncaki orgasme
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar