Tentakelnya menghujam
Merubah cinta menjadi imitasi
Tingkahnya sebagai fatwa
Tiada sanggah
Taklid buta bagi jiwa lata
Di bawah siraman lampu
Semua ekstase
Bergerak liar ikuti suluk
Sambil menangis histeris
Menatap takjub
Bersama memuncaki orgasme
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar