Angin yang menghelanya ke teritis
Terkadang melewati jendela
Berputar melingkar di ruang hati
Peluh menitik di pelipis
Menetes menjadi mimpi siang
Ketika angin mengusap kulit
Panas sejuk saling silang
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar