Angin yang menghelanya ke teritis
Terkadang melewati jendela
Berputar melingkar di ruang hati
Peluh menitik di pelipis
Menetes menjadi mimpi siang
Ketika angin mengusap kulit
Panas sejuk saling silang
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar